Lumpur Tahota Renggut Nyawa Bendahara Desa

TAHOTA, Ruas jalan penghubung antara Kabupaten Manokwari Selatan dan Teluk Bintuni, di Provinsi Papua Barat. Dimana terdapat lumpur abadi di Kampung Mameh, Distrik Tahota, Kabupaten Mansel, menjadi korban meninggalnya Silvester Siama.

Korban yang juga menjabat Bendahara Kampung Inovina, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni ini, terpaksa menghembuskan nafas terakhirnya, sekira pukul 20.00 WIT. Dugaan sementara, korban meninggal dunia lantaran kelelahan, saat sedang melintasi Lumpur Tahota.

Betapa tidak, akhir-akhir ini medan berat sepanjang sekira 5 hingga 7 kilometer ini, memaksa setiap kendaraan yang melintas harus terjebak lumpur. Kondisi ini mengharuskan para penumpang, yang hendak menuju Teluk Bintuni dari Manokwari (ataupun sebaliknya), terpaksa harus menerobos lumpur.

Ketika diwawancari oleh salah satu wartawan, Markus Orocomna, rekan seperjalanan korban saat menerjang lumpur tersebut. Markus Orocomna sendiri adalah Kepala Distrik Moskona Utara. Markus Orocomna menerangkan, awalnya dia bersama korban serta rombongan tiba di Distrik Tahota, sekira pukul 19.30 WIT.

Selang beberapa saat, sejumlah warga yang melintas dari Bintuni hendak menuju Manokwari, mendapati mereka dan melihat kondisi korban. Markus juga berpesan agar melaporkan kejadian tersebut, kepada aparat kepolisian yang bertugas mengamankan, salah satu perusahaan di area sekitar situ. Sekaligus meminta bantuan petugas medis terdekat, untuk mengevakuasi korban.

Anggota brimob yang melakukan pengamanan, di salah satu perusahan yang dekat dengan tempat kejadian tersebut, pun datang membantu proses evakuasi. Serta dibantu seorang dokter perusahaan itu juga. Jenazah pun dievakuasi ke Puskesmas Ransiki, dijemput mobil patroli polisi, serta ambulan miliki Puskesmas Ransiki.

Kata kunci : ,

Komentar

    Copyright © 2026
    Pemerintah Provinsi Papua Barat
    Website dikelola oleh Dinas Kominfo Persandian dan Statistik, Konten oleh Bagian Humas Setda Prov